Artikel Tim Angklung dan Tari Saman di Koran

Read full article  | Comments Off

 

 

 

Penampilan Tim Angklung dan Tari Saman PPI Chiba yang diliput koran lokal Chiba (17 Feb 2014)

(klik artikel untuk melihat berita selengkapnya)Screenshot_2

Share on Facebook

Video promosi dari Kementrian pendidikan dan kebudayaan Jepang

Read full article  | Comments Off

Video promosi dari Kementrian pendidikan dan kebudayaan Jepang

 

Share on Facebook

Penampilan Tari Saman dan Angklung di Acara Young Festival

Read full article  | Comments Off

Penampilan Tari Saman dan Angklung di Acara Young Festival

 

Share on Facebook

Ibu sehat, bangsa sehat, kami sayang Ibu

Read full article  | Comments Off

Video dalam rangka menyambut Hari Ibu, PPI Chiba membuat video dengan tema:

“Ibu sehat, bangsa sehat, kami sayang Ibu”

 

Avocado

 

Share on Facebook

Liputan HaloJepang Untuk PPI Chiba

Read full article  | Comments Off

PPI Chiba diliput oleh tabloid HaloJepang Edisi Juli 2013. Berita selengkapnya ada di tautan berikut (Hal. 18)

01

Selengkapnya: Liputan HaloJepang Untuk PPI Chiba

 

 

Share on Facebook

Pengiriman Relawan Persatuan Pelajar Indonesia Chiba Ke Minami Sanriku, Tohoku Didukung oleh Dompet Dhuafa

Read full article  | Comments Off

Logo DDLogo Eduhatch

Kondisi emergensi bencana alam Tsunami yang terjadi di Tohoku Jepang pada tahun 2011 telah ditangani dengan bantuan dari berbagai pihak. Namun demikian, setelah kondisi emergensi teratasi, kondisi yang masih berefek panjang adalah kondisi psikologis dan juga ekonomi dari keluarga yang ditinggalkan korban Tsunami, apalagi anak-anak usia sekolah yang lebih rentan. Persatuan Pelajar Indonesia Chiba (PPI Chiba) dengan didukung oleh Dompet Dhuafa mengirimkan relawan mahasiswanya untuk kegiatan yang diadakan oleh Edu Hatch volunteer group (http://eduhatch.net) pada tanggal 1-2 Juni 2013 di pantai yang terkena bencana Tsunami di daerah Tomarimaha, Minami Sanriku, Miyagi-ken.
Satu visi dengan Edu Hatch, yaitu mengkontribusikan ilmu yang dimiliki dalam setiap kegiatan volunteer, PPI Chiba dalam kegiatan relawan kali ini mempunyai tujuan untuk mengurangi post traumatic stress disorder (PTSD) yang sangat rentan pada anak usia sekolah diantaranya adalah sulit berpartisipasi dalam kegiatan apalagi yang berhubungan dengan bencana alam dalam hal ini Tsunami, dan sulit untuk menyampaikan ekspresinya, minimal tersenyum. Namun saat bertemu dengan anak-anak ketika kami berpartisipasi dalam acara pembersihan pantai Tomarihama bersama grup volunteer lokal, kami tidak menanyakan hal sensitif terkait bencana Tsunami karena akan mengeksitasi PTSD nya.

 

Membersihkan pantai post Tsunami

 

Foto di atas diambil saat kami membersihkan pantai sambil berbincang-bincang pada salah satu anak yang rumahnya hanya 10 menit dari pantai di Minami Sanriku ini. Kami menanyakan dalam bahasa Jepang bagaimana sekolahnya sehari-hari, anak perempuan yang bernama Yuki (bukan nama asli) ini menjawab bahwa di sekolah belajar seperti biasa tetapi hari tersebut libur dan menyempatkan ikut bersama keluarga dan temannya membersihkan pantai. Menurut kami Yuki termasuk anak yang sulit berkomunikasi, apalagi baru bertemu dengan kami hari itu, tapi setelah kami bawa bercanda riang, Yuki akhirnya dapat menjadi cair dan tersenyum, padahal kami masih belajar bahasa Jepang. Saat itu kami tanyakan (penulisan sudah diterjemahkan), “Yuki bisa bahasa Inggris?”, Yuki menjawab sambil malu namun tetap menarik kedua sudut mulutnya sambil tersenyum malu, “sedikiiiiiit”. Pembicaraan dengan Yuki kami bawa agar ke depannya Yuki tetap dapat selalu tersenyum dalam hidup.
Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci tangan dari bahan rumput laut. Kegiatan ini dilakukan agar bagian dari rumput laut yang terbuang saat panen tetap dapat terpakai dan dikemas dalam berbagai aroma sabun. Ini menjadi langkah awal untuk membuat bentuk produk yang dapat dijual sehingga dapat memberi tambahan penghasilan kepada warga yang memanen rumput laut.

 

Pelatihan pembuatan sabun rumput laut

2b

 

 

Foto di atas kami tampilkan kegiatan pelatihan pembuatan sabun rumput laut yang di dalamnya terdapat anak setingkat sekolah menengah atas (SMA) yang sedang dilatih. Sedari awal bertemu, mereka begitu antusias ingin langsung mempraktekan cara pembuatan sabun ini mulai dari menyiapkan rumput laut sampai menjadi bentuk campuran sabun rumput laut dengan aroma sesuai selera. Perusahaan pembuat rumput laut lokal, “Kompira Maru” mengusulkan Edu Hatch untuk mengajarkan pembuatan sabun rumput laut ke siswa SMA Shizukawa, Minami Sanriku, yang nanti penjualannya akan digunakan untuk membiayai program pembersihan pantai Tomarihama.
Kegiatan lainnya seperti terlihat pada foto di bawah ini adalah Volunteer Talk yang bertujuan untuk meringankan beban psikologis orang tua di daerah tersebut. Kegiatan yang diikuti oleh peserta orang tua ini dibungkus dengan kegiatan pengenalan budaya Indonesia mulai dari menjelaskan rumah adat di Indonesia, alat musik angklung, batik, dan menyanyikan lagu daerah Bengawan Solo dan Si Patokaan. Kemudian, sangat luar biasa sekali kami dikejutkan oleh salah satu peserta yang tiba-tiba sebelum acara selesai, menggambar langsung pada kertas filamen yang telah dibentuk karung besar dan memberikannya pada kami. Kami merasa itu sebagai wujud rasa senang dari mereka dengan kehadiran kami.

 

  3a 3c 3b

 


3d

 

Indonesia juga mempunyai pengalaman yang sama dalam hal bencana Tsunami. Kegiatan-kegiatan di atas dapat bermanfaat untuk meningkatkan pengalaman mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Jepang dalam hal meringankan PTSD sebagai akibat jangka panjang dari bencana. Pengalaman tersebut dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk dikontribusikan ke Indonesia. (Penulis: Fedri R. Rinawan, Yessy A)

Share on Facebook

Food ingredients vocabulary for Muslims living in Japan

Read full article  | 2 Comments

headerSumber: https://www.facebook.com/pages/Halal-Japan/503821533010825

 

Share on Facebook

Pengumpulan kulkas dan mesin cuci

Read full article  | Comments Off

Bagi yang mau pulang ke tanah air, dan bingung di mana “membuang” mesin cuci dan kulkas, setiap bulan maret Coop ada jadwal pengumpulan gratis (asal kondisi masih bagus).

Bagi mahasiswa baru, dapat membeli mesin cuci 4 ribuan dan kulkas 6 ribuan.

Kunjungi website ini untuk informasi lebih lanjut:

https://sites.google.com/site/xinpurojia/risaikuru-qi-hua

Share on Facebook

Hanami 30 April 2013

Read full article  | Comments Off

Share on Facebook

Pentas angklung di Q-ball Chiba Chuo (Furei Festival)

Read full article  | Comments Off

Penampilan Angklung di Furei Festival, 17 Februari 2012

    

 

Share on Facebook